Kepala BBPOM Di Banda Aceh Lakukan Monitoring Evaluasi 700 Warung Kopi “Sanger Ureung Aceh”.

oleh -45 Dilihat

Kepala BBPOM Di Banda Aceh Lakukan Monitoring Evaluasi 700 Warung Kopi “Sanger Ureung Aceh”.

Medialatahzan.com. BANDA ACEH.
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh Yudi Noviandi, M. Sc, Tech. Apt melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 700 warung kopi “Sanger Ureung Aceh” oleh pihaknya bersama Kader BBPOM.

Monitoring dan evaluasi itu dilakukan di sejumlah warung Kopi “Sanger Ureung Aceh” yang ada Aceh dari target 1.000 Warung Kopi, kata Kepala BBPOM di Banda Aceh Yudi Noviandi. M. Sc. Tech. Apt usai melakukan monitoring Senin (15/8/2022).

Iklan Post

Monitiring dan evaluasi tersebut di tinjau langsung oleh Kepala BBPOM di Banda Aceh Yudi Noviandi, M. Sc. Tech. Apt turut didampingi Kader BBPOM Anna Meutia dan Kader pendamping Kurniawan Agung.

Hasil monitiring dan evaluasi tersebut pihak BBPOM di Banda Aceh telah melakukan intervensi sebanyak 700 Warung Kopi “Sanger Ureung Aceh” dinyatakan negatif dari produk pangan yang mengandung bahan berbahaya
dari target 1.000 warung kopi di Aceh.

Namun demikian, hasil uji cepat pihak Balai BPOM ada 4 warung kopi “Sanger Ureung Aceh” yang ditemukan produk pangan kerupuk tempe dan mie yang diduga mengandung kandungan bahan berbahaya jenis boraks.

Temuan tersebut akan dilakukan uji komfirmasi lagi ke Balai BPOM, jika hasilnya tetap positif maka Balai BPOM meminta pemilik warung kopi untuk tidak mengedar produk pangan yang mengandung bahan berbahaya jenis boraks tersebut.

Sebanyak 700 warung kopi “Sanger Ureung Aceh” yang sudah di intervensi Balai BPOM akan di stempelkan sticker yang menunjukkan bahwa warung kopi tersebut negatif dari produk pangan yang mengandung bahan berbahaya, kata Kepala BBPOM di Banda Aceh Yudi Noviandi. M. Sc. Tech. Apt usai melakukan monitoring Senin (15/8/2022).

Kepala BBPOM Yudi Noviandi menjelaskan bahwa, para pemilik warung sangat menyambut baik kehadiran Kader BBPOM yang ingin mengsosialisasi terhadap Tribakti Pangan Aman dari bahan yang berbahaya.

Monitoring dan evaluasi yang dilakukan Balai BPOM itu adalah salah satu upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk dapat lebih teliti dalam memilih berbagai produk.

Karena, kini masih banyak produk-produk yang di produksi oleh para produsen baik pangan maupun produk lainnya yang menggunakan kandungan bahan berbahaya, kata Yudi Noviandi.

Untuk itu BBPOM mengharap agar masyarakat dapat lebih teliti dalam memilih produk. Jika produk yang memiliki kandung bahan berbahaya apabila digunakan/dikonsumsi maka akan berefek kepada kesehatan, tutup Kepala BBPOM Yudi Noviandi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *