Penerimaan Pajak Kanwil DJP Aceh Triwulan Satu 23,54% , Rp 1,45 Triliun dari Target APBN

oleh

BANDA ACEH. Medialatahzan.com – Penerimaan pajak Kanwil DJP Aceh per 30 April 2024 mencapai 23,54% yaitu sebesar Rp 1,45 Triliun dari target APBN tahun 2024. Kontribusi terbesar penerimaan Kanwil DJP Aceh masih didominasi sektor Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib yaitu sebesar 29,81%.

Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil DJBC Aceh sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Aceh, Safuadi didampingi Plt. Kepala Kanwil DJP Aceh, Arridel Mindra, Kepala Kanwil DJKN Aceh, Nofiansyah dan Kepala Kanwil DJPb Aceh, Izharul Haq yang menyampaikan capaian kinerja Kementerian Keuangan Aceh untuk Triwulan I Tahun 2024 dalam Konferensi Pers,Rabu, (8/5/2024) di Gedung Keuangan Negara, Aula Gedung D Lantai 5 Banda Aceh.

Menurut Safuadi, kontribusi penerimaan kedua terbesar di Kanwil DJP Aceh, yaitu sebesar 14,53%. Kepatuhan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Aceh mengalami peningkatan dengan pertumbuhan 11,95%.
Jumlah penyampaian SPT Tahunan Tahun Pajak 2023 sampai dengan tanggal 30 April 2024 sebanyak 292.009 SPT. Terdapat peningkatan jumlah pelaporan SPT Tahunan sebesar 31.173 SPT dibandingkan dengan penyampaian SPT tahun lalu sebanyak 260.836 SPT.

Realisasi hasil pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) per 30 April 2024 telah mencapai 1.085.211 Wajib Pajak Orang Pribadi (82.47%) dari 1.315.946 Wajib Pajak Orang Pribadi WNI yang terdaftar pada Kanwil DJP Aceh. Masih terdapat 230.735 Wajib Pajak yang belum melakukan pemadanan NIK menjadi NPWP.

Realisasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2024 per 30 April 2024 sebanyak 198 LHP dengan realisasi nilai ketetapan pajaknya sebesar Rp 38,82 Miliar. Kinerja Penagihan per 30 April 2024 dengan nilai realisasi tindakan penagihan sebesar Rp 15,49 Miliar.

Penerimaan Kanwil DJBC Aceh per 31 Maret 2024. tambah Safuadi, mencapai 26,28% yaitu sebesar Rp 49,89 Miliar dari target APBN Tahun 2024. Realisasi penerimaan Triwulan I Kanwil DJBC Aceh didorong kinerja signifikan dari sektor cukai dengan pertumbuhan positif sebesar 455,75% (YoY), dan Bea Masuk 310,26% (YoY). Secara keseluruhan penerimaan Kanwil DJBC Aceh per Triwulan I 2024 tumbuh positif 36,96% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Kanwil DJBC Aceh sepanjang Triwulan I Tahun 2024 telah melaksanakan penindakan Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) dengan jumlah barang bukti Methamphetamine/shabu 151.909 gram, ganja 263.160 gram, Tramadol 550 Butir dan Hexymer 50 Butir dengan perkiraan total jiwa yang diselamatkan sebesar 785.860 jiwa.

Penindakan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau Ilegal Triwulan I Tahun 2024 di wilayah kerja Kanwil DJBC Aceh menghasilkan total perkiraan nilai sebesar Rp 6.28 Miliar, total perkiraan kerugian negara mencapai Rp 4.61 Miliar. Kanwil DJPb Aceh per 31 Maret 2024 mencatat kinerja positif baik dari sisi belanja K/L maupun Transfer ke Daerah (TKD). Secara total, realisasi belanja negara Triwulan I 2024 mencapai Rp9.718,58 Miliar atau 19,96% dari pagu belanja 2024, tumbuh 39,46% yoy. Belanja K/L terealisasi sebesar Rp3.823,76 Miliar atau 22,32% dari pagu belanja K/L 2024, tumbuh signifikan hingga 44,90% yoy. Capaian ini melampaui target realisasi belanja K/L triwulan I 2024 yang dipatok sebesar Rp2.634,22 Miliar (15,38% dari pagu).

Realisasi belanja Proyek Strategis Nasional (PSN), Tunjangan Hari Raya (THR) dan infrastruktur PON Aceh – Sumut memberikan dorongan yang besar terhadap tingginya realisasi belanja K/L Triwulan I. Penyelesaian proyek strategis nasional menjadi belanja strategis yang perlu dikawal untuk mewujudkan economic resilience, dengan potensi manfaat multidimensi di bidang pertanian, sumber daya energi, pariwisata dan penanggulangan bencana. Demikian juga dengan belanja infrastruktur PON, yang wajib dikawal untuk mendukung suksesnya PON sebagai agenda nasional di Aceh.

Di sisi lain, realisasi penyaluran TKD juga menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar Rp5.894,82 Miliar (18,684% dari pagu), tumbuh hingga 31,83% yoy. Penyaluran TKD tertinggi tercatat pada DAU sebesar Rp3.997,41 Miliar dan kinerja Penyaluran TKD tertinggi pada lingkup Pemda diraih oleh Kabupaten Pidie Jaya dengan presentase realisasi penyaluran sebesar 27,62%. Di sisi lain, penyaluran Dana Desa telah terealisasi sebesar Rp1.103,81 Miliar. bahwa pagu belanja negara dalam APBN Regional Aceh secara total sebesar Rp 9,72 Triliun (19,96%) dari Pagu 2024 dengan pertumbuhan positif sebesar 39,46% (YoY) meliputi belanja K/L sebesar Rp 1,19 Triliun tumbuh positif sebesar 44,90% (YoY) dan belanja TKD sebesar Rp 29,7 Triliun. Dana belanja negara Rp 47,8 Triliun tersebut disalurkan melalui 7 KPPN dengan sebaran terbesar pada KPPN Banda Aceh yang berkontribusi 45,65% dari total realisasi belanja negara di Aceh.

Capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Kanwil DJKN Aceh melalui pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) periode 2024, sampai dengan 31 Maret 2024 ini telah mencapai Rp 5.213.998.532.

Tidak hanya melalui pengelolaan aset, pelaksanaan lelang dan juga pengurusan piutang negara berkontribusi terhadap PNBP dengan masing-masing sebesar Rp 12.563.618.889 dari pokok lelang, Rp 506.794.756 dari bea lelang, serta Rp 4.060.305,76 dari biaya administrasi pengurusan piutang negara. Selain berkontribusi pada PNBP, lelang juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui PPh pasal 25 sebesar Rp 314.090.472,23, serta penerimaan daerah mealui Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) sebesar Rp 72.379.750,00. (Udin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *