Marshuni RA, ST (Cut Maini), Caleg DPRK Dapil I Aceh Besar Yang Ramah, Humoris, Santun dan Suka Menebar Kabaikan

oleh

Marshuni. RA, ST  (Cut Maini)

Muda, tampan, energik, ramah lagi humoris, berwibawa dan santun. Begitulah  kesan pertama  bertemu sosok pemuda yang satu ini. Sederet jabatan organisasi pernah diamanahi kepadanya sejak duduk di bangku SMP. Kini menjabat Wakil Ketua DPW Partai Aceh kabupaten Aceh Besar.

Meski masih muda. Setidaknya sudah 19 OKP, Ormas dan ORPOL yang pernah dijabatnya mulai ketua, sekretaris, bendahara dan aktif memimpin pergerakan kemanusiaan. Berorganisasi jadi pilihan hidupnya menebar kebaikan dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk membantu masyarakat di lingkungannya.

Dia lah Marshuni. RA.ST yang lebih dikenal dengan panggilan Cut Maini. Alumni Unsyiah Banda Aceh sekarang USK, kampus yang jadi tujuan utama mahasiswa di Aceh.

Pesta demokrasi 2024 mendatang tak dilewatkan mengambil peran. Dia sudah mendaftarkan diri  menjadi Caleg dari  PARTAI ACEH   Dapil I DPRK Aceh Besar Nomor Urut 7  meliputi empat wilayah kecamatan  yaitu Kuta Cot Glie, Kota Jantho, Seulimum dan Lembah Seulawah.

Ia  piawai dalam perpidato, kerap memimpin acara-acara penting diberbagai acara baik lokal maupun di kancah nasional saat menjadi aktivis mahasiswa dan juga di partainya, Partai Aceh, partai berkuasa di Aceh saat ini.

Marshuni. RA.ST  (Cut Maini) adalah putra asli kelahiran desa (Gampong)  Keureuweung, Kecamatan Kuta Cot Glie kabupaten Aceh Besar  putra dari Keuchik Tgk Razali bin Tgk Abdullah (imam chiek Masjid Baital Ma’bud Kemukiman Lamleuot Kec Kuta Cot Glie) bin Tgk Pang Deh. Sosok satu ini sedari kecil sudah biasa menjadi muazzin di menasah dan berbagai Masjid, dan juga punya kemampuan  tilawatil Qur’an.

Bertemu  media ini usai shalat ashar di Masjid Al Furqan Beurawe  kota Banda Aceh baru-baru ini, ditanya apa ikut jadi caleg, “ Ya benar, Saya Caleg. Mohon do’a dan dukungan masyarakat di Dapil I Aceh Besar”.  jawab Cut Maini.

“ Semoga kita semua dalam kebaikan, kesehatan, keberkahan hidup, lapang  reski dan dalam ridha Allah SWT. Aamiin “, Cut Maini dalam do’anya.

Motifasi Cut Maini  maju jadi caleg tidak lain adalah ingin memperjuangakan aspirasi masyarakat di Aceh Besar dengan  mottonya “ Berjuang Bersama, Sama-sama Berjuang. Gata Sa7an Lon, Lon Sa7an Gata, Insya Allah Kemenangan Bersama”, keinginannya membersamai rakyat.

“Kita siap memperjuangkan program prioritas seperti Sektor pertanian dan Pemberdayaan Ekonomi masyarakat”, tegasnya lagi.

Setelah turun ke lapangan, bertemu dan bertutur cerita, dan mendengar harapan masyarakat, Cut Maini mengaku miris dengan kondisi masyarakat yang ada disekitarnya, yang ternyata suara mereka belum terwakili oleh wakil rakyat yang mereka pilih dahulu.

Atas dasar peduli dan ingin memberikan pelayanan dengan menjadi wakil yang benar-benar mewakili suara rakyat, Cut Maini akhirnya memutuskan untuk serius  menjadi Caleg. Targetnya menang agar suara masyarakat bisa terwakili di gedung DPRK Kabupaten Aceh Besar.

“Atas kepedulian kepada masyarakat, sekarang saya serius untuk maju. Bukan sebagai Caleg pelengkap, tapi saya harus menang”,  tegas Cut Maini Caleg  Nomor Urut 7 Dapil I Calon Legislatif DPRK dari Partai Aceh ini.

Untuk mengenalkan diri kepada masyarakat, Cut Maini melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu, mendekati masyarakat dengan hati dan berusaha mendekati masyarakat sesuai dengan keinginan mereka., terutama kaum petani, para  anak muda dan para kaum perempuan pedagang kecil.

Cut Maini  mengumpulkan harapan dan permintaan masyarakat. Dari hasil bertemu dengan  masyarakat, satu hal yang paling membuat dirinya tertantang dan ingin membuktikan, yakni pandangan masyarakat itu salah terhadap dirinya. Dimana Caleg kalau sudah jadi itu pasti lupa sama masyarakat. Ia ingin membuktikan pandangan ini tidak berlaku untuk dirinya, jika ditakdirkan  menjadi wakil rakyat.

“ Saya ingin sekali buktikan kepada masyarakat, bahwa saya jika Allah SWT meridhai dan dipercayakan oleh masyarakat Dapil I  untuk menjadi anggota DPRK Aceh Besar, Insha Allah…. Saya siap dengan komitmen tinggi bersungguh-sungguh untuk  memperjuangkan bersama masyarakat dalam program prioritas untuk kemashlahatan terutama sektor Pertanian”, ungkapnya.

“ Jangan Pernah mengobral janji politik dan money politik terhadap masyarakat, mari kita ciptakan kontestansi pileg yang sehat, bersih dan aman”, ujarnya.

Kualitas calon anggota legislatif akan mencerminkan dan membuat anggota legislatif yang berkualitas pula, katanya Kapasitas anggota dewan yang pro rakyat akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat pula, ayo masyarakat Aceh Besar… Jangan salah pilih, kesalahan anda dalam dukungan akan berimbas kegagalan kebijakan 5 (lima) tahun berikutnya, imbuh Cut maini  kepada  media ini.

 

Rekam Jejak Cut Maini Dalam Berorganisasi

Jam terbang Cut Maini menggeluti beragam organiasi lumayan banyak.

Ia memang beda dengan anak muda seusianya di desa kelahirannya.

Untuk memuaskan dahaga pendidikannya, setamat SMP, ia melanjutkan pendidikan ke kota Banda Aceh dan kuliah, hingga jadi sarjana.

Bakat dan kegemarannya membantu sesama sudah terlihat sejak usia sekolah menengah pertama. Cut  Maini disenangi teman-temannya hingga dipercayakan menjadi Ketua OSIS SMP 2 Kuta Cot Glie 1991, Wakil Ketua OSIS STM M I Banda Aceh 1994 dan Ketua PN FORDIMA Poltek Unsyiah 1998.

Ketika Aceh dilanda konflik GAM dengan Tentara RI, Marshuni, ST alias Cut Maini tak tinggal diam. Ia pun memimpin sebagai Ketua Tim Investigasi dan Bantuan Kemanusian Aceh 1998 (T.I.M.A), aktivis Perdamaian dan anti kekerasan. Masih di tahun yang sama, ia jadi Ketua / Sekjen MAPPRA Aceh  (Mahasiswa Pemuda Pejuang Referendum Aceh) 1998-2000.

Begitu juga saat tragedi bersimbah darah kasus Simpang KKA, Cut Maini  turun lapangan  menjadi Koordinator Tim Bantuan Kemanusiaan Tragedi Simpang KKA Krueng Geukuh Aceh Utara. Sederet  kegiatan kemanusiaan lainnya terus digelutinya, menjadi Pembina PEMRAKA Aceh Korwil Acut 1999, Koordinator Tim Aceh Kongres Mahasiswa Pemuda Aceh Nusantara dan Asia Tenggara, Aktifis 98, pressure Cabut DOM Aceh, Aktivis Non Violence International  1999 dan Ketua Umum Rumoeh Aspirasi Aceh  sampai Sekarang.

Tak puas hanya sebagai aktifis, terus melaju ke dunia politik yang diawali dari menjabat Wakil Sekretaris Umum I DPW PA Abes, Wakil Bendahara KNPI Aceh Besar 2018.

Ia menjabat Sekretaris Umum DPW Partai Aceh kabupaten  Aceh Besar (2018 – 2023),  Sekjen SEKBER SATGAS pilpres Provinsi Aceh 2019.

Cut Maini  kini juga dipercayakan menjadi Ketua Tim Penjaringan dan Seleksi Bacaleg DPRK PA Kab. Aceh  Besar.

Dalam dunia pendidikan, Cut Maini menjadi Ketua Komite Sekolah Mts/ MA Salah Satu Pesantren Dayah Ternama di Aceh Besar dan kini menjabat Wakil Ketua DPW PA Aceh Besar  (2023-2028).

Kecuali juga Marshuni alias Cut Maini melalui tulisan opininya dimuat dan tayang di beberapa media massa, ia meminta DPR Aceh dan Pemerintah Aceh yang mewacanakan menghentikan/menghapus JKA di Aceh karena alasan  anggaran, Cut Maini minta supaya JKA wajib dipertahankan walaupun dana otsus tinggal sedikit lagi, harus dicarikan solusi karena  bantuan JKA itu sangat dibutuhkan masyarakat Aceh. (Kasman)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *