Kukuhkan 200 Guru Profesional PPG, UIN Ar-Raniry Ajak Guru Jadi Teladan Akhlakul Karimah

oleh -20 Dilihat
Keterangan Foto: Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof Muhammad Yasir Yusuf menyerahkan Surat Kelulusan kepada Peserta PPG UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

BANDA ACEH.medialatahzan.com – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mengukuhkan sebanyak 200 lulusan guru profesional pada Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 K1 tahun 2023. Pengukuhan lulusan PPG tersebut berlangsung di Aula Jeddah UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Sabtu (6/1/2024).

Prosesi pengukuhan dan penyerahan sertifikat pendidik bagi lulusan guru profesional PPG pada kegiatan tersebut dilakukan oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, dan didampingi oleh Dekan FTK UIN Ar Raniry Prof Safrul Muluk SAg MA MEd PhD.

Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA mewakili rektor dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FTK UIN Ar-Raniry dan penyelenggara PPG di lingkungan fakultas tersebut yang telah menjalankan komitmen kampus untuk mengembangkan PPG di UIN Ar-Raniry.

Iklan Post

“UIN Ar-Raniry memiliki komitmen yang sangat besar untuk pengembangan PPG, hari ini tingkat kelulusan PPG mencapai 80%, hal ini patut kita apresiasi kepada dekan, wakil dekan dan para pengelola PPG, proses ini sangat berarti untuk memperbaiki posisi PPG kita di tingkat nasional,” ungkapnya.

Selanjutnya, Prof Yasir menyampaikan ucapan selamat kepada lulusan PPG yang dikukuhkan pada kegiatan tersebut, ia menekankan bahwa menjadi guru tidak sekedar mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi juga menjadi amal kebaikan untuk kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.

“Sebagai seorang guru, bapak ibu tidak hanya mendapatkan manfaat di dunia saja dari apa yang telah diajarkan, tetapi juga menjadi bekal amal kebaikan di akhirat dari do’a-do’a murid kita,” ungkapnya

Menurutnya, tingkat penguasaan ilmu seorang guru sangat tergantung pada amal kebaikan dan kemaksiatan yang dilakukan, ia mengajak guru untuk menjauhi kemaksiatan agar ilmu yang didapatkan dapat membekas dan terus bertambah.

“Ada korelasi yang kuat antara ilmu kita dengan kemaksiatan yang kita buat, maka bapak ibu para guru sebagai profesi yang mulia sudah sepatutnya menjauhi kemaksiatan, semakin bertambah ilmu seseorang semakin dekat ia kepada Allah ta’ala,” ungkap Prof Yasir.

Lebih lanjut, Prof Yasir menyorot pentingnya keteladanan seorang guru terkait adab dan akhlakul karimah bagi murid yang diajarkan, menurutnya akan sulit mengajarkan adab bagi murid jika guru tidak mempraktikkan adab dan akhlakul karimah dalam kehidupannya sehari-hari.

“Kita butuh guru yang bisa menghadirkan adab, murid tidak akan beradab jika guru tidak beradab, maka hadirkan akhlakul karimah dalam pendidikan kita, akhlak yang baik menunjukkan kualitas keimanan dan kualitas diri kita,” ungkapnya

Menurut Prof Yasir, guru yang profesional adalah guru yang bekerja bukan karena ada yang memantau ataupun ingin mendapatkan keuntungan duniawi, tetapi guru yang profesional adalah guru yang bekerja karena Allah sebagai amal dan bekal untuk kembali kepada-Nya.

Sebelumnya, Ketua Prodi PPG FTK UIN Ar-Raniry Dr Saifullah Maysa SAg MA dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah lulusan PPG yang dikukuhkan pada kegiatan tersebut adalah sebanyak 200 orang, dengan rincian sebanyak 156 orang mengikuti secara langsung dan 44 orang mengikuti secara daring melalui aplikazi Zoom.

“Kita berharap mudah-mudahan lulusan guru profesional yang telah mengikuti proses PPG sejak 24 Agustus 2023 sampai dengan 17 Desember 2023 yang dikukuhkan hari ini dapat berdampak bagi wajah pendidikan Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, para Wakil Dekan di lingkungan FTK UIN Ar-Raniry, sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Kantor Kemenag Kabupaten/Koya serta Dinas Pendidikan di lingkungan Provinsi Aceh. [Rel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *