Kapolda Aceh : UNHCR Tidak Dapat Memastikan Pengungsi Rohingya Kapan Dapat Dipindahkan dari Aceh

oleh -19 Dilihat
Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, S.I.K. M.H

BANDA ACEH.medialatahzan.com – Kepala Kepolisian Daerah ( Kapolda) Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko, S.I.K. M.H mengatakan, pihak UNHCR (badan internasional penanganan pengungsi) tidak dapat memastikan kapan pengungsi Rohingya di Aceh dikembalikan.

” Pengungsi Rohingya di Aceh tersebar di kabupaten Pidie, Aceh Timur dan Bireun. Namun pihak UNHCR tidak dapat memastikan kapan dikembalikan. Dan sejak tahun 2015 sampai sekarang sudah 4000 orang pengungsi Rohingya masuk ke Aceh”.

Demikian diungkapkan Kapolda Irjen Pol Achmad Kartiko, S.I.K. M.H di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Kamis, 28/12/2023 menjawab wartawan pada konferensi pers akhir tahun 2023 Polda Aceh bersama dengan puluhan wartawan media cetak, elektronik dan media online.

Iklan Post

Menurut Kapolda berdasarkan Perpres bahwa Indonesia dapat menerima pengungsi dalam kondisi darurat.

Namun ia menilai, terkait Rohingya yang terus masuk ke Indonesia, karena ditolak di Malaysia dan Thailand tidak cuma persoalan kemanusiaan, namun ada indikator upaya penyelundupan manusia yang sengaja dimobilisasi, karena para pengungsi umumnya memiliki kartu sebagai pengungsi.

Dan anehnya juga tidak semua dari Rohingya, tapi ada yang punya paspor dari Banglades.

” Saya melihat ini bukan hanya masalah kemanusiaan. Di Aceh Timur, dari .50 orang pengungsi yang turun dari kapal, setelah diperiksa ternyata 28 orang tidak murni rohibgya, tapi Banglades. Ini ada
Indikasi penyelundupan manusia. Dari 2015 hingga sekarang sudah lebih 4000 Rohingya ke Aceh”, kata Irjen Pol Achmad Kartiko yang dalam pertemuan dengan wartawan didampingi para pejabat tinggi Polda dan jajarannya.

Kapolda mengatakan sudah melaporkan hal ini kepada Presiden RI Joko Widodo dan Presiden sudah memerintah kementerian terkait untuk menganani pengunsi Rohingya di Aceh

” Terkait koordinasi dengan pusat, pada saat pak Jokowi transit di Bandara Blang Bintang menju Dubai, bersama pak Pj.Gubernur sudah melaporkan kepada Presiden, saat itu 400 orang pengungsi baru masuk. Pak Presiden sudah memberikan tanggapan memerintahkan instansi terkait untuk melakukan rapat-rapat menangani hal ini”, kata Kapolda.

Untuk pengamanan dilaut pihak Polda selain hanya memilik 12 kapal dan helikopter, sangat terbatas, juga koordinasi dengan TNI AL.

Refleksi Kegiatan Satu Tahun Polda Aceh

Kapolda Aceh dalam kurun waktu satu tahun telah berhasil menyelamatkan uang negera sebesar sekitar Rp. 18 miliar.

” Dalam kurun waktu satu tahun Polda Aceh telah berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp. 18 miliar. Dan terus berkomitmen menindaklanjuti penanganan kasus-kasus korupsi”, kata Irjen Pol Achmad Kartiko.

Selain itu Polda Aceh mendapat apresiasi dari Kapolri dengan memberikan penghargaan kepada Polda Aceh yaitu berhasil dalam penyerapan anggaran terbaik, Kompolnas award di Polres Pidie dan penghargaan dari KPK dan
Penghargaan Kapolri dalam penanganan narkoba di Aceh.

Sedangjan untuk pengamanan Pemilu 2024 mendatang Polda bersama dengan TNI

“Mempersiapkan 14.848 personil pengamanan Pemilu 2024. Dan Polri bersikap netral dalam berpolitik”, tegas Kapolda.

Dalam kegiatan sosial, Polda Aceh selain menggelar pasar murah, memberayakan UMKM, membuat 23 sumur bor untuk masyarakat, kegiatan bedah rumah, sunatan massal dan operasi bibir sumbing.

” Ini komitment Polda Aceh dalam kegiatan sosial kemasyakatan. Selain tugas utama pengamanan dan penanganan kasus-kasus lainnnya “, kata Kapolda. (Udin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *