Gubernur Aceh Harapkan PT. PEMA Menggali Potensi Aceh Lebih Maksimal Jadi PAA

oleh
Cut Nanda Risma Putri SH

“PEMA  Mendulang pundi rupiah untuk Pendapatan Asli Aceh ( PAA) sebesar lebih Rp.24 miliar tahun 2022 dan tahun 2021 Rp.21,6 miliar”.

 

BANDA ACEH. medialatahzan.com – PT Pembangunan Aceh (PEMA) salah satu Badan Usaha Milik Daerah Aceh (BUMA ) terus mengembangkan sayap. Melalui usaha eksplorasi Migas Blok B di Lhok Sukon, Aceh Utara., PEMA dua tahun terakhir mendulang pundi rupiah untuk Pendapatan Asli Aceh ( PAA) sebesar lebih Rp.24 miliar tahun 2022 dan tahun 2021 Rp.21,6 miliar..

Iklan Post

” Penghasilan ini didapatkan dari hasil eksplorasi Migas Blok B di Lhok Sukon, Aceh Utara. Sedangkan tahun 2021 mendapatkan deviden sebesar Rp.21,6 miliar. Jadi laba dari usaha ini sudah disetor ke kas Pemerintah Aceh”.

Demikian diungkapkan Dirut PT. PEMA melalui pejabat Humas PT. PEMA, Cut Nanda Risma Putri SH kepada media ini di kantornya kawasan Sumpang Lima kota Banda Aceh, Selasa ( 12/9/2023) siang.

Gali Potensi Daerah Secara Maksimal

Menurut Cut Nanda, sapaan familiarnya, dalam pengelolaan usaha daerah melalui PT.PEMA, Achmad Marzuki, Pj Gubernur Aceh mengharapkan supaya tidak hanya mengelola minyak dan gas, tapi juga menggali sumber penghasilan lainnya dari sektor nonmigas.

” Apalagi dari dana Otsus Aceh akan berakhir tahun 2027″, kata Cut Nanda.

Menurut Cut Nanda, hingga saat ini PT. PEMA baruv menerima modal usaha dari Pemerintah Aceh Rp. 25 miliar dari modal yang seharusnya diterima Rp 100 miliar sesuai amat Qanun Aceh.

Saham PT. PEMA 100% dimiliki Pemerintah Aceh, yang bertujuan meningkatkan pembangunan, perekonomian serta Pendapatan Asli Aceh.

Melalui, PT Pema Global Energi (PGE), anak usaha PT PEMA, secara resmi menggenggam 100% hak partisipasi Blok migas B yang sebelumnya dikelola Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra B-Block (PHE NSB).

Merintis Usaha Non Migas, Ikan Tuna dan Kopi BM

Menurut Cut Nanda Risma Putri SH, PT. PEMA juga sudah melirik usaha lain bidang nonmigas yaitu usaha pengiriman ikan tuna ke Jakarta. Sudah 9 kali pengiriman dalam dua bulan terakhir., dimana setiap kali mengirim 20 ton ikan. Dan akan menyusul pengiriman biji kopi dari Bener Meriah ( Aceh).

” Sekarang kita masih merintis bisnis kerja sama dalam negeri, dan akan dikembangkan untuk ekspor, insyaAllah”, kata Cut Nanda optimis.

Bsnis Sulfur

PT. PEMA juga menggarap bisnis Sulfur, yang mereka jual dari produksi PT.Medco, namun Nanda tidak merinci lebih jauh tentang kegiatan bisnis ini.

Kecuali juga, PT.PEMA sedang merintis bisnis penyewaan Tower untuk kegiatan alat komunikasi. ( Kasman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *