FKM BKA YWU Berkolaborasi Tingkatkan Peran Perempuan Penyandang Disabilitas di Aceh

oleh

BENER MERIAH.medialatajhzan com– FKM BKA YWU berkolaborasi dengan Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB), menggelar beberapa workshop di Bener Meriah, Aceh sejak tanggal 12 hingga 13 September 2023 .

Menurut Sophia staf intern publikasi dan humas FKM BKA YWU. juga staff intern Natural Aceh dalam pers releasenya ke media ini menyebutkan, workshop ini bertujuan untuk memajukan hak-hak perempuan dan perempuan penyandang disabilitas serta meningkatkan kapasitas mereka dalam pengambilan keputusan yang lebih bermakna di wilayah Aceh.

Dikatakan Sophia, acara berlangsung sejak tanggal 12 hingga 13 September 2023 yang diadakan di beberapa lokasi di Aceh Bagian Tengah yaitu Bener Meriah, Takengon dan Blangkejeren.

” Acara workshop ini melibatkan sejumlah pemateri yang ahli di berbagai bidang”, katanya.

Dalam rangkaian acara ini, Sophia menjelaskan, Murniati S,Pd, Kepala Sekolah SLBN Pembina Bener Meriah, menyambut para pemateri dengan hangat.

Acara dimulai dengan materi dari Nurbaeti, S.Sos, MAP dari Dinas Sosial, yang membahas hak-hak wanita dan perlindungan.

Dilanjutkan dengan pemateri berikutnya, Anwar Sahdi dari BPBD Aceh memberikan wawasan tentang tindakan pertolongan pertama saat terjadi bencana.

Pada pukul 14.00, workshop berlanjut di Dinas Sosial Aceh Tengah.

Khalisnawati, SE, MAP, dari Sekretaris Dinas Sosial Aceh Tengah, memberikan pemahaman tentang penanganan stres, yang menjadi respons fisik dan psikologis terhadap situasi internal dan eksternal.

Pemateri kedua, yang berasal dari BPBD Aceh Tengah, Nur Adila, ST, dan Atika Pratiwi ST, S.Pd, memfokuskan diskusi pada kebencanaan dan mitigasi bencana, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Tengah.

Keesokan harinya, tanggal 13 September 2023, workshop berlanjut di SLB Mutiara Lauser Gayo Lues. Ibu Mutiara S,Pd, Kepala Sekolah SLB menyambut peserta dengan apreasiasi yang tinggi.

Materi-materi berlanjut dengan pemateri dari Dinas Sosial yang membahas manajemen stres, disampaikan oleh Suriandi, dan waspada bencana, yang disampaikan Feby.

Tidak hanya itu, Risna Erita dari FKM BKA YWU juga memberikan materi yang sangat penting tentang pemilahan sampah plastik sebagai salah satu upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Acara ini bernilai positif dalam menguatkan peran perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, dalam pengambilan keputusan di Aceh.

Semoga informasi yang disampaikan dalam workshop ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Aceh dan lingkungan sekitarnya.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat untuk mendukung perempuan Aceh dalam mengambil peran yang lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi masa depan mereka serta wilayah Aceh secara keseluruhan, sebut Sophia (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *