DPD IMM Aceh Kecam Keras Pembakaran Balai Pengajian Muhammadiyah di Bireun, Minta Polda Aceh Usut Pelaku

oleh

BANDA ACEH.medialahzan.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Aceh, mengecam dugaan tindakan oknum yang melakukan pembakaran Balai Pengajian organisasi Muhammadiyah di Gampong Sangso, Samalanga, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Selasa (30/5/2023).

Hal tersebut, berdasarkan informasi yang diterima DPD IMM Aceh, bahwasanya telah terjadi kebakaran Balai pengajian di Gampong Sangso yang merupakan balai milik organisasi Muhammadiyah yang terletak di Samalanga, Kabupaten Bireun.

Informasi yang diterima, Balai pengajian milik Muhammadiyah di Gampong Sangso terbakar sekitar pukul 04.00 Wib Pagi, serta diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Iklan Post

Aldi irawan, Sekretaris Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik DPD IMM Aceh, mengatakan mengecam atas tindakan oknum yang melakukan pembakaran terhadap Balai pengajian milik Muhammadiyah di Samalanga, Kabupaten Bireun itu.

“Kita mengecam keras atas kejahatan ini, dan kita mendesak Polda Aceh untuk mengintruksikan Polres Bireun untuk mengusut para pelaku secara tuntas,” kata Aldi.

Faktanya, Muhammadiyah saat ini tidak pernah menebar kebencian terhadap siapapun, dan senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Sangat disayangkan hal ini kembali terjadi kepada organisasi tercinta Muhammadiyah, dan ini kriminal berat yang harus dituntaskan oleh Aparat Penegak Hukum.

“Kita menyayangkan tindakan kejahatan kriminal, dan meneror warga setempat baik Muhammadiyah maupun non Muhammadiyah, dan para pelaku harus diusut,” jelas Aldi pengurus DPD IMM Aceh.

Kejahatan kriminal dan meneror ini harus dicarikan motif para pelaku, pasalnya kejadian berulang sering dialami organisasi Muhammadiyah, misalkan di tahun 2020 pada saat pembangunan Mesjid Muhammadiyah juga dibakar tanpa alasan yang jelas, dan perilaku ini sangat kita sayangkan.

Dilanjutkan, pada tahun sebelumnya proses pembangunan Mesjid Muhammadiyah di Samalanga juga diganggu oleh oknum tertentu, padahal secara prosedur tidak ada hal yang dilanggar Muhammadiyah disitu.

“Hal ini cukup kita sayangkan, agara kedepan tidak terulang kejadian yang sama yang dapat merugikan warga setempat dan ketidaknyamanan terhadap Masyarakat,” tambah Hakiki Ketua Umum DPD IMM Aceh.

Untuk itu, melalui rilis ini kita berharap Pihak Keamanan tidak tinggal diam, dan kita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai Ortom dari Muhammadiyah tidak tinggal diam soal ini, dalam jangka waktu dekat kita akan melakukan Aksi Demo di Polda Aceh apabila persoalan kasus-kasus ini tidak diusut secara tuntas. Tutup Hakiki.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *