Dinilai Gagal Kelola Anggaran RSUD, SEMMI Cabang Simeulue Desak PJ Bupati Ganti Direktur

oleh
Wiwin Hendrolia

MEULABOH.medialatahzan.com — Pengurus Cabang (PC) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Simuelue, menilai temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Aceh, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat sebanyak Rp 26 miliar, akibat kebobrokan Direktur RSUD dalam mengelolah anggaran dan pembangunan RSUD itu.

Demikian dikatakan Wiwin Hendrolia, Ketua Umum Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) Kabupaten Simeulue kepada medialatahzan.com di Meulaboh, Rabu (19/6/2024).

Temuan BPK senilai Rp 26 miliar di RSUD Simeulue , lanjut Wiwin, salah satu bentuk kegagalan pimpinan RSUD dalam mengelolah anggaran dan itu sebuah tamparan keras karna seharusnya RSUD harus di bangun dengan selayak mungkin malah menjadi temuan.

“ya harusnya dengan anggaran sebesar itu fasilitas RSUD kita sudah sama seperti RSUD di Daerah lain yang ada di Aceh” Ujar Wiwin, mantan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Teuku Umar ini.

Kami melihat temuan 26 miliar anggaran di RSUD Simeulue akibat kelalain Direktur RSUD dan Pimpinan. Kalaulah anggaran itu dikelolah Direktur dengan baik maka tidak akan menjadi temuan.

“kami melihat itu bagian dari kelalain Direktur RSUD dan pimpinan lain nya” ungkap wiwin.Atas kelalain itu, kami mendesak PJ Bupati Simeulue segera mengganti Direktur RSUD dari jabatannya. Kalau desakan kami tidak di indahkan oleh PJ Bupati Simeuleu, kami akan mengelar aksi di depan kantor Bupati, katanya. ( Aldi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *