BKKBN Aceh Targetkan Stunting Turun ke 20 Persen Dalam Tahun 2023

oleh
Deputi Dalduk BKKBN Pusat, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng dan Plt.Kaoer BKKBN Aceh, Husni Thamrin, SE,MM foto bersama dengan Peserta rapat evaluasi Program BKKBN di Banda Aceh, Minggu ( 20/8/2023 )

BANDA ACEH.medialarahzan .com – Deputi Dalduk BKKBN Pusat, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng mengatakan, stunting Aceh bisa turun ke 20 persen dari 31,2 tahun 2022 apabila semua pihak bekerja berkolaborasi melakukan upaya percepatan penurunan stunting.

Hal itu diungkapkan Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng didampingi Plt Kepala BKKBN Perwakilan Aceh, Husni Thamrin SE, MM, menjawab wartawan usai membuka acara Evaluasi Program Bangga Kencana & Percepatan Penurunan Stunting yang digelar BKKBN Aceh di Ayani Hotel, Jalan Ahmad Yani No 20, Peunayong Kota Banda Aceh Provinsi Aceh, Minggu (20/8/2023).

Husni Thamrin menanggapi statemen Deputi Dukdal bahwa Aceh bisa turunkan angka stunting 20 persen di 2023, ia optimis bisa dicapai asalkan semua pihak yang terlibat tim dan didukung masyarat dgn saling berkolaborasi menurunkan stunting Aceh.

” Yang penting kita semangat, jantan psimis, seperti diarahkan pak Deputi tadi mari kita sasar. Terutama kita melihat kelemahan kita di Aceh ini, tidak semua bayi di sesa itu dibawak ke Posyandu, hanya yang dibawak 60 persen. Sementara tidak semua bayi di desa tidak semuanya dibawak ke Posyandu”, kata Husni.

Sebanyak 123 Peserta terdiri dari para Kepala Dinas OPD KB di 23 Kabupaten/Kota, Pengurus DPD dan DPC IPEKB/Perwakilan PKB/PLKB, Kepala Bidang yang Menangani Stunting di 23 Kabupaten/Kota, TA Satgas Kabupaten/Kota, Satgas Provinsi Aceh, dan Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh menghadiri kegiatan yang diadakan pada tanggal 20 dan 21 tanun 2023 di Ayani Hotel, kota Banda Aceh.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini, kata Husni Thamrin, untuk

Pertama, mengevaluasi capaian Program dan Anggaran dalam menunjang Kontrak Kinerja Program
Bangga Kencana & Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023.

Kedua, mengevaluasi peran serta fungsi OPD KB, IPeKB dan Satgas terhadap Program Bangga
Kencana & Percepatan Penurunan Stunting.

Dan ketiga, mengoptimalkan program dan kegiatan, pencapaian tujuan, efisien, efektifitas, dampak dan
keberlanjutan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di
Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.

BKKBN mengambil tema kegiatan, “Evaluasi Kinerja Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Semester I tahun 2023”.

Fokusnya adalah, tambah Husni, pada pencapaian tujuan, efisiensi, efektivitas, dampak, dan keberlanjutan program di Kabupaten/Kota Provinsi Aceh.

“Pemerintah telah menetapkan Program Percepatan Penurunan Stunting sebagai program Prioritas Nasional dan telah dimasukkan ke dalam RPJMN 2020-2024, dengan target penurunan 17,8% di tahun 2023 dan 14% di tahun 2024. “, ujar Ptl. Kaper BKKBN Aceh ini.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), tambanya, dianggap strategis dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan makmur.

Begitupun, Pembangunan SDM Indonesia harus berkelanjutan sepanjang siklus hidup manusia, mulai dari dalam kandungan hingga lanjut usia.

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan dan pelayanan kepada sasaran
yang diselenggarakan oleh TPPS, BKKBN juga membentuk Satuan Tugas Percepatan
Penurunan Stunting (Satgas Stunting) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Satgas stunting bergerak dan memberikan dukungan terhadap seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah bersama dengan pemangku kepentingan.

Secara khusus, katanya, Satgas Stunting
memiliki tugas, yaitu menjalankan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penyediaan satu data stunting.

Untuk menjalankan tugas tersebut, satgas stunting dibentuk terdiri dari tim program dan tim teknis yang bekerja secara sinergi.

Begitu juga dengan pengimplementasikan
program, OPDKB bersama IPeKB dan satgas stunting terus berkoordinasi, mendorong dan
memfasilitasi lintas sektor dan pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusinya dan bergerak secara konvergensi, serta mengupayakan bahwa program dan kegiatan dapat
terlaksana sebagaimana mestinya.

Mengingat betapa seriusnya permasalahan stunting ini, urainya, perludiatasi bersama-sama, maka sejak akhir tahun 2021 dan 2023 ini, BKKBN juga diamanahkan
kegiatan dan anggaran yang sangat memadai, baik yang bersumber APBN maupun DAK Subbidang KB Fisik dan Non Fisik.

Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh punya andil besar dalam mewujudkan tujuan
program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, pelaksanaan seluruh program & kegiatan bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di lini
lapangan harus selalu dievaluasi secara konferehansive baik di tingkat Provinsi,
Kabupaten/Kota, di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, katanya.(Udin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *